Diary (11 Oktober 2012)

Hari ini lelah sekali, tadi pagi-pagi sekali sudah terbang dari Semarang kembali ke Jakarta. Alhamdulillah flightnya lancar tanpa gangguan cuaca. Karena kemarin ada customer yang memesan bag tag I’m Indonesian dan beliau sudah mentransfer uang, akhirnya saya putuskan untuk pulang sebentar menjemput barang pesanan. Selesai barang dibungkus dengan rapi, barulah balik ke kantor karena tiba-tiba ditugaskan rapat. Rapatnya berjalan lama, alot dan cukup menguras otak. Pulang kantor, buru-burulah saya ke langganan JNE yang tutup jam 18.00. Selesai mengirim paket, kembali ke rumah dan ada aja yang mau dikerjakan meski sudah di rumah. Salah satunya, mengupdate blog ini ^^. Yah meskipun cape, Alhamdulillah masih diberi kekuatan untuk berpikir dan sibuk oleh Allah SWT. Selamat beristirahat πŸ™‚

Introvert vs Ekstrovert ?

Tetiba malam ini ingin membahas apa itu introvert dan ekstrovert. Mungkin sebagian besar orang sudah tau pengertian dari kedua kata ini. Biar saya coba ulang dan coba elaborate lagi yah πŸ™‚

Ada dua tipe kepribadian yang paling dikenal dalam pergaulan di antaranya adalah Ekstrovert dan Introvert, masing-masing kebiasaan yang menonjol dari kedua tipe tersebut adalah sebagai berikut:

Ekstrovert
1) suka pergaulan,
2) tidak kaku dan canggung,
3) senang dalam kegiatan sosial.

Introvert
1) kurang menyenangi orang lain,
2) suka menyendiri,
3) tidak suka bicara,
4) mudah tersinggung,
5) kurang percaya diri,
6) kurang bergaul,
7) pemalu,
8) pendiam.

sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/14/tipe-kepribadian-introvert-ekstrovert/

Ok kalo pengertian ekstrovert versi saya : Orangnya senang berteman/kenal/bergaul dengan banyak orang, tidak suka menyendiri, terbuka terhadap kehidupan pribadi kepada orang banyak, percaya diri, easy going dan tidak mudah tersinggung.

Pengertian introvert versi saya : Orangnya tidak begitu “membutuh”kan banyak teman/kenalan. Mungkin cukup mengenal orang di sekitarnya saja. Senang menyendiri dan melakukan banyak hal sendiri dan jarang merasa kesepian meski sering sendiri. Sangat tertutup terhadap kehidupan sehari-hari apalagi pribadi. agak minderan. kurang easy going. canggung. lebih sensitif dari orang ekstrovert.

Hmm.. kalau saya sendiri, mungkin sejak kecil hingga masa-masa awal bekerja (atau malah hingga sekarang?) termasuk ke dalam golongan introvert yah. Cuma kenapa di ciri di atas terkesan orang introvert anti sosial sekali yah. Kalau saya pribadi sih dari dulu sebenarnya sendiri atau rame2 sama saja. Cuma entah kenapa saya lebih senang sendiri. Jadi ada saatnya saya bersama teman-teman/keluarga. Ada saatnya juga saya menyendiri untuk melakukan sesuatu dengan tenang seperti belajar atau membaca buku (karena butuh konsentrasi lebih bagi saya).

Beranjak dewasa (emangnya jaman kuliah belum ya?) saya merasa tidak bisa lagi berlama-lama jadi orang introvert karena tuntutan profesi saya menuntut saya untuk menjadi orang yang pintar menyampaikan kembali informasi yang saya miliki. Untuk itu saya harus berusaha melatih kemampuan komunikasi untuk memudahkan pekerjaan di kantor. Contoh sederhana saja komunikasi dalam forum seperti rapat atau dengan bos. Harus dipilih metode komunikasi sesimple mungkin agar perkataan kita mudah dipahami oleh orang yang mendengar. Memang saya orangnya sangat pendiam, begitu berbicara pasti runtutan kalimat yang ada di otak saya tidak serta merta sama dengan yang saya ucapkan. Yah, saya harus belajar banyak bagaimana berkomunikasi dengan baik.

Jadi, lebih baik yang mana? Being an introvert or ekstrovert.

Kalau saya pribadi, lebih prefer menjadi introvertnya dari jaman SD-SMA saja πŸ˜€Β  karena di masa-masa itu kita harus terfokus pada diri kita. Tidak perlu terlalu terbawa pengaruh lingkungan yang bisa positif tapi bisa juga negatif. Namanya saja lagi mencari jati diri, jadi lebih baik sering sendiri (kayak bertapa aja :P) untuk merenungi tujuan hidup dia hidup di dunia apa sih? (berat banget yah, tapi semakin awal sadarnya makin bagus lho). Orang introvert bukan berarti ga mau/ga suka berteman lho. Dia hanya beranggapan tanpa teman yang banyak pun, akan tetap baik-baik saja (kayak lagu :D).

Nah begitu masuk kuliah dan kerja baru deh cari networking seluas-luasnya. Dengan catatan pada saat pencarian jati diri semasa kecil-SMA tadi dia sudah punya arah nih ke depan mau mencari networking yang seperti apa. Kalau networkingnya asal aja tanpa basic paradigma hidup yang kuat salah-salah malah terjerumus ke pergaulan ga bener kan ga betul juga :). Misalnya dia dapat paradigma hidup tuh harusΒ  jadi orang baik dan soleh, ya berusahalah bergaul dengan sebanyak mungkin orang baik dan soleh yang akan mengimbaskan kebaikan dan kesolehan kepadanya sepanjang masa :).