Bersyukur

Tema tulisan saya malam ini adalah bersyukur.
Terkadang orang menunjukkan cara bersyukurnya kepada Tuhan ambigu dengan pamer. Astaghfirullah. Saya berlindung kepada Allah Swt dari rasa iri hati kepada nikmat orang lain (sehingga saya menganggap mereka pamer?) dan berlindung dari orang-orang yang bakalan iri dan dengki kepada saya (sehingga menganggap saya pamer?)

OK semua perbuatan tergantung niat. Biar Allah Swt saja yang tahu isi hati saya apakah niat saya bercerita disini untuk pamer dan bangga diri atau sekedar menghitung-hitung nikmat yangĀ diperoleh dariĀ Allah Swt.

Pertama-tama saya bersyukur terlahir dari keluarga beragama Islam. Bersyukur sekarang memeluk agama Islam. Sesungguh nikmat yang tidak ada duanya bukan harta, wanita, tahta. Harta juga akan berpisah dengan kita saat kita mati (semua orang pasti mati right?), wanita (akan berpisah juga dengan kita saat mati/ si wanita meninggalkan kita) dan tahta (juga akan lepas dari kita saat usia bertambah/kematian).

Nikmat yang paling tinggi tentulah nikmat Iman dan Islam, dan nikmat keduanya ini tidak akan dapat dipahami oleh yang tidak memilikinya. Jika anda tidak beriman, sudah maklum anda mencibir ke yang beriman. Jika anda tidak Islam, sudah maklum anda heran dengan yang memilih Islam.

Selanjutnya saya bersyukur Allah sepertinya selalu memberi kemudahan setelah kesulitan. Walau lebih banyak kemudahan yang saya temukan daripada kesulitan.

Waktu SD-SMA Alhamdulilah diberi ilham untuk rajin belajar sehinggaĀ masa-masaĀ  sekolah dapat dilalui dengan baik. Diterima di sebuah kampus favorit di Bandung lewat jalur paling murah meriah alias SPMB. Di tahun yang sama dengan kelulusan S-1 diterima bekerja di Kementerian dengan posisi di kantor pusat (walau saya cuma iseng ikutan teman ajakin daftar). Walau bekerja disini banyak suka-dukanya dan pertentangan batin (buat yang PNS atau punya keluarga PNS, pasti ngerti maksud saya). Mungkin pertentangan batin ini yang membuat saya ‘iseng’ berbisnis/berdagang.
Awal saya terjun ke bisnis berawal dari ke-kepo-an saya liatin foto FB orang (ternyata kepo itu mendatangkan rizki yang tak diduga). Foto di FB itu mengantarkan saya kerjasama bisnis dengan juniorĀ satu Almamater dan sekarang meski tidak kerjasama lagi bisnis saya terus tumbuh dan mendapat cukup banyak supplier yang terpercaya. Saya tidak pernah bercita-cita menjadi wirausahawan/pedagang tapi memang ini sudah jalan dari Allah Swt yang dibuatkan khusus buat saya :). Melalui bisnis ini saya dapat banyak customer yang sudah saya anggap teman dari Aceh sampai Irian, juga teman-teman muslimah dari luar Indonesia seperti Singapura, Malaysia, Jepang dan Brunei Darussalam.

Update 2014

Tahun 2014 bersyukur mendapatkan suami yang bisa membimbing saya terutama dalam hal agama karena ilmu agama saya sangat minim sekali dan semangat untuk beribadah dan belajar sering hilang timbul. Saya rasa suami-lah salah satu motivator saya untuk bisa lebih banyak lagi mengkaji Al-qur’an dan Hadits serta memahaminya dengan benar. Bersyukur baru 2 bulan menikah sudah di kasih amanah seorang jabang bayi yang mudah-mudahan bisa kami didik dengan baik untuk dipertanggungjawabkan di akhirat kelak šŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s