KEMATIAN TERINDAH DALAM SEJARAH MANUSIA

Subhanallah..

Luruskan AQIDAH Hidupkan SUNNAH

Saudaraku seiman, saya ingin menceritakan kisah ini kepada anda sekalian, yang didalamnya terkandung nasehat dan pelajaran. Maka janganlah ragu, dan jangan segan-segan untuk mengirimkannya kepada orang-orang yang anda cintai, dan mendo’akan orang yg telah menulis, membaca dan mengutipnya.

Ya sebuah kisah yang menceritakan detik-detik terakhir wafatnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Wafatnya Nabi kita tercinta Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebuah kisah yang sangat mengagumkan dan menggetarkan dada orang-orang yg beriman. Maka simaklah detik-detik yg mengharukan berikut ini.

Sebelum beliau wafat, beliau melakukan haji terakhir yang disebut sebagai haji wada’ (haji perpisahan). Saat beliau melakukan ibadah tersebut turunlah firman Allah Subhanahu wa ta’ala yg artinya:”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan nitmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS.al-Maidah:3)

Maka menangislah Abu Bakar as shiddiq . Bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadanya: “Apa yg membuatmu menangis dalam ayat tersebut?” Abu Bakar menjawab:” Ini adalah berita kematian…

View original post 1,969 more words

Keinginan Alih Profesi (Resign PNS)

Sebenarnya keinginan berhenti jadi PNS dan pindah ke profesi lain yang non-PNS sudah ada sejak akhir 2010. Beberapa bulan setelah bekerja di PNS. Tapi keinginan itu hilang timbul sehingga effort untuk mencari pekerjaan baru pun tidak maksimal. Lalu entah kenapa di bulan September 2012 saya bisa tergelincir ke dunia bisnis dan ‘menciptakan’ pekerjaan sendiri untuk diri saya alias entrepreneur. Berjualan dan produksi hijab yang akhirnya juga merembet ke jualan-jualan lainnya.

Omset bulanan Alhamdulillah terus meningkat dan profitnya sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan bulanan saya. Entah kenapa waktu yang lama di kantor membuat saya jadi cepat bosan (bagi yang otaknya sudah teracuni bisnis beneran deh waktu itu bener2 uang! Time is money, literally), kepikiran dengan waktu yang sama alangkah lebih baiknya (berkahnya?) saya maksimalkan untuk bisnis/berdagang. Apa sih kelebihan berdagang di banding kerja kantoran. Kebetulan saya berdagang online yang cuma butuh laptop dan gadget serta belanja pesanan customer 2-3x seminggu. Dari segi halalnya insyaAllah sama halalnya walau kadang jadi PNS kita pasti akan dihadapi dengan pilihan2 menerima duit ‘terima kasih’ yang menurut saya sih itu haram karena diterima terkait dengan posisi kita di kantor, atau duit SPPD tapi kuitansinya dipalsukan/output perjalanan dinas tidak jelas ini juga termasuk haram dan tidak akan berkah dan saya sedapat mungkin memisahkan duit-duit yang saya ragukan ini ke rekening khusus yang nantinya ditransfer ke lembaga2 pengumpul infaq. Yah namanya juga usaha,, Kalo dari segi waktu, berbisnis sendiri amat-amat cocok dengan saya yang cepat bosan dengan rutinitas apalagi rutinitas di PNS yang mewajibkan sebagian waktu kita di kantor 5 hari seminggu.

Sempat juga menyesal, kenapa terlalu cepat mengambil keputusan jadi PNS dan tidak meneruskan perburuan pekerjaan saya di awal-awal bekerja jadi PNS dulu. Jujur PNS bukanlah cita-cita saya. Beginilah kalo cari kerja dengan system trial and error. Ibu mensyaratkan cuma boleh keluar PNS kalo sudah ada pekerjaan yang ‘lebih baik’. Nah disinilah anehnya lebih baik ini menurut ibu atau menurut saya? Orang tua sepertinya masih pakai kacamata kuda memandang profesi PNS dan tidak berani thinking out of the box. Saya sudah mencoba mencari pekerjaan baru tapi pekerjaan wirausaha saya juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Emangnya yang namanya bekerja itu harus sama orang/perusahaan/pemerintah ya? Di saat orang-orang lagi gencarnya mendorong generasi muda untuk mandiri dan gak jadi mental pekerja/kuli mungkin Ibu masih berpikiran belum bekerja/aman  kalo belum ‘bekerja sama orang/instansi’. Bagi saya, justru paling enak yang bekerja di ‘perusahaan’ sendiri. Jelas targetnya, jelas usaha yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut. Kalo PNS? Entahlah masing-masing orang sibuk dengan dunianya masing-masing (termasuk saya sendiri udah makin autis). Mungkin sudah sistem PNS yang cenderung bebas, santai dan tidak jelas begini. Saya malah berpikiran harusnya PNS pakai sistem kotrak seperti di swasta, jadi orang-orangnya gak males-malesan dan benar-benar dibayar sesuai kerjaan saja.

Saya tidak tahu apa ini sudah jalan dari Tuhan atau bukan tapi semakin saya tidak betah di PNS semakin majulah bisnis produksi dan dagangan saya, bahkan punya banyak pelanggan setia hingga ke Luar Negeri (yang tiap bulan insyaAllah selalu order ke saya). Dari situ saya berkeinginan untuk berhenti jadi PNS. Saya pikir waktu saya di PNS terasa sia-sia dan lebih bermanfaat + menyenangkan jika waktu yang sama saya habiskan di bisnis. Saya tidak akan mengatakan pada pembaca bahwa PNS adalah pekerjaan yang buruk karena prioritas hidup masing-masing orang berbeda. Tapi untuk jiwa-jiwa yang bebas, suka berpikir teknis dan idealis mungkin baiknya kalo ga bikin usaha sendiri ya bekerja di swasta (yang target kerjanya lebih jelas). Buat yang punya otak entrepreneur alias bisnis, saya sarankan jangan jadi PNS ntar jatuhnya jadi magabut karena gaji diterima tapi waktu banyak kepake untuk bisnis pasti nantinya.

Pada dasarnya manusia itu emang ga bisa diam, sudah fitrahnya otak untuk berpikir terus dan terutama otak seorang pebisnis yang tidak bisa dikungkung dengan jam rutinitas kantor atau PNS yang masuk pagi pulang sore. Bisnis itu membutuhkan mobilitas yang cukup tinggi dan sulit dicapai kalo tiap hari  kita diharuskan berada di satu tempat dari senin-jumat, pagi-sore.

Ortu tetap belum ikhlas dengan rencana alih profesi saya. Walau sebanyak apapun omset saya ortu tetap berpikiran bisnis saya hasilnya tidak pasti seperti ‘gaji PNS’. Kalau saya malah berpikir PNS hasilnya sudah pasti jumlahnya sedangkan bisnis tidak pasti BESARnya, harus optimis donk sebagai seorang entrepreneur 😀 Yah doakan saja agar niat berhenti bekerja dilancarkan oleh Tuhan termasuk keikhlasan dari kedua ortu. Apalagi niat/cita2 saya dari dulu memang bukan jadi wanita karir yang senin-jumat sibuk kerja lalu selama waktu itu anak-anak dititip ke keluarga/pengasuh (walau saya sekarang belum punya anak bahkan belum nikah :P). Bagi saya bisnis ini Anugerah terindah dari Tuhan yang sangat mendukung cita-cita ibu rumah tangga saya. Jadi setidaknya nanti saya tetap berpenghasilan walau sudah jadi full time wife/mom. Aneh ya cita-cita kok jadi ibu rumah tangga? Tapi buat wanita normal umumnya pasti senengnya di rumah mengurus keluarga dan anak-anak ^^. Kalau mereka disuruh memilih PASTILAH di lubuk hati yang paling dalam senengnya dirumah bersama keluarga tercinta 😀