Beberapa Hari Lagi Menikah (ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู)

Tanggal 28 Feb 2014 ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูย saya akan menikah dengan seorang laki-laki pilihan orang tua dan juga saya. Pilihan orang tua karena ibu yang duluan kenal dan menganjurkan beliau ke saya. Walaupun kami satu SMP-SMA-Perguruan Tinggi tetap saja baru kenal (untuk tujuan taaruf menikah) saat awal Agustus 2012. Dulu semasa kuliah saya sering mendengar cerita tentang beliau dari ibu saya. Kebetulan rumah kami berdekatan dan ayah beliau sering mampir ke toko kami dan bercerita dengan kedua orang tua tentang anak masihg-masing. Bagi saya itulah jodoh. Walau sudah โ€˜kenal wajahโ€™ lama, semua akan indah dan matang pada saat yang tepat. Yaitu saat kami sama-sama sudah masuk usia pernikahan dan sedang mencari jodoh. Jadi saya rasa tidak perlu pacaran karena dengan melalui proses ini kami sama-sama mengikuti ketentuan Allah yaitu menghindari berbagai macam zina yang timbul dari kegiatan pacaran/HTS. Kami berdua sama-sama belum pernah pacaran jadi lebih indah bukan jika istri/suami kita jadi pacar pertama dan terakhir. Dalam Islam pacaran nggak dilarang. Asalkan sudah halal di mata Allah yaitu pernikahan. Malahan pacaran sesudah menikah itu berpahala :D.

Jika ada yang bertanya apakah saya menjelang nikah deg-degan. Entahlah saat ini belum. Mungkin karena calon suami sebelum menikah sudah teruji keseriusannya jadi saya akhirnya percaya dan langkah saya untuk memulai hidup baru dengannya begitu ringan. Saya melihat beliau sebagai sosok yang bertanggung jawab dan mau menjalankan ilmu agamanya. Dalam hal lamaran beliau menjalankan sesuai yang sudah ditetapkan agama yaitu mengutarakan niatnya langsung ke Ayah saya sebagai wali. Bukankah dalam hadits pernah dikatakan jika kita menolak lamaran seorang yang baik dan mengerti agama maka akan timbul fitnah di dunia ini. Bagi saya laki-laki yang bertanggung jawab dan mengutamakan agama itu sudah poin tertinggi dari semua criteria calon suami yang ada. ย Tidak ada alasan lagi untuk menolak lamarannya dan mencari laki-laki lain yang lebih baik. Karena hanya dengan agama biduk rumah tangga bisa berjalan dengan seimbang karena semua aturan agama sudah sangat jelas mengatur adab berumah tangga. Tinggal kita mau menjalankan saja atau tidak. Jika ada perselisihan antara keduanya, maka kembalikan ke aturan agama insyallah perselisihan akan diminimalisir karena kami berdua sama-sama takut melanggar aturan agama.

Abu Hurairah radhiyalloohu โ€˜anhu mengabarkan bahwa Rasulullah shalalloohu โ€˜alaihi wa sallam pernah bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุทูŽุจูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑู’ุถูŽูˆู’ู†ูŽ ุฏููŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุฎูู„ูู‚ูŽู‡ู ููŽุฒูŽูˆูู‘ุฌููˆู’ู‡ูุŒ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุง ุชูŽูƒูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽููŽุณูŽุงุฏูŒ ุนูŽุฑููŠู’ุถูŒ

โ€œApabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.โ€
[HR. At-Tirmidzi no. 1084, dihasankan Al-Imam Al-Albani t dalam Al-Irwaโ€™ no. 1868, Ash-Shahihah no. 1022]

Penilaian tentang agama dan akhlak ini akan lebih objektif kalau kita+keluarga kita sudah mengenal lama yang bersangkutan (BUKAN LEWAT AKTIVITAS PACARAN YA) atau mengenal lama teman-teman dekat/ keluarga yang bersangkutan. Wallahu a’lam.