Metode Berpikir

Kita sudah begitu sering berfikir, rasa-rasanya berfikir begitu mudah. Semenjak kita sudah biasa melakukannya. Setiap hari kita sudah berdialog dengan diri kita sendiri, berdialog dengan orang lain, bicara, menulis, membaca suatu uraian, mengkaji suatu tulisan, mendengarkan penjelasan-penjelasan dan mencoba menarik kesimpulan-kesimpulan dari hal-hal yang kita lihat dan kita dengar. Terus menerus seringkali hampir tidak kita sadari.

Namun bila kita selidiki lebih lanjut, dan terutama bila harus dipraktekkan sungguh-sungguh ternyata bahwa berfikir dengan teliti dan tepat merupakan kegiatan yang cukup sukar juga. Manakala kita berfikir seksama dan sistematis berbagai penalaran, segera akan dapat kita ketahui bahwa banyak penalaran tidak menyambung tidak menyekrup. Kegiatan berfikir-fikir benar-benar dituntut kesanggupan pengamatan yang kuat dan cermat; dituntut untuk melihat hubungan-hubungan, kejanggalan-kejanggalan, kesalahan-kesalahan yang yang terselubung; waspada terhadap pembenaran diri (rasionalisasi) yang dicari-cari, terhadap segalanya yang tidak berkaitan (tidak relevan), terhadap prasangka-prasangka, terhadap pembuatan oleh rasa perasaan pribadi atau kelompok / golongan.

DalamĀ psikologiĀ danĀ logika,Ā rasionalisasiĀ (atauĀ alasan pembuatan[1]) adalah mekanisme pertahanan yang dianggap sebagai perilaku yang kontroversial atau perasaan yang dijelaskan secara rasional atau logis untuk menghindari penjelasan yang benar.

Sebagai contoh dari awal kita sudah memutuskan untuk memilih pilihan A. Untuk mempertahankan pilihan kita, sengaja kita cari dan langsung percayai data yang mendukung pilihan A tersebut dan mengenyampingkan serta tidak mempercayai data yang mendukung pilihan lain. Hal ini tentu hanya akan merugikan diri kita sendiri karena penilaian kita sudah tidak objektif lagi. Namun sikap kita lebih karena kemalasan berpikir untuk membandingkan pilihan A dengan pilihan lain dengan objektif.

Apa lawan dari rasionalisasi ini? Yaitu Logika inferensi berarti berfikir dengan akal yang sehat untuk memperoleh simpulan. Sebagai ilustrasi ketika kita berhadapan dengan sebuah persoalan yang memerlukan jalan keluar (pemecahan) maka persoalan tersebut kita fikirkan dengan menggunakan akal yang sehat untuk memperoleh pemecahan dari persoalan tersebut. Data-data yang masuk kita proses dengan objektif dengan mengenyampingkan prasangka dan hal-hal yang pada dasarnya tidak relevan dengan pengambilan keputusan saat itu. Ā Dari semua data yang masuk, kita dituntut untuk melihat hubungan-hubungan, kejanggalan-kejanggalan, kesalahan-kesalahan yang yang terselubung. Tentu saja proses ini lebih lambat dan memerlukan kecerdasan dan wawasan yang tidak dimiliki semua orang. Karena untuk mendeteksi hubungan-hubungan, kejanggalan-kejanggalan dan kesalahan-kesalahan yang terselubung diperlukan akal yang sehat, wawasan dan pengetahuan yang cukup tentang suatu masalah. Jadi jangan heran jika kita memberikan sekumpulan data yang sama kepada dua orang yang berbeda latar belakangnya entah itu latar belakang pendidikan atau wawasan, belum tentu kesimpulan yang ditarik kedua orang itu sama meski data yang mereka terima persis sama.

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Rasionalisasi_(membuat_alasan)

http://nurhayatiwardiman.blogspot.com/2012/03/logika-inferensial.html

 

Advertisements

2 thoughts on “Metode Berpikir

  1. Terima kasih untuk uraian ini. Seperti saya sudah tulis dalam Bisikan Tentang Cinta, Bangsa, dan Dunia, kita perlu lebih dewasa dalam mencermati informasi dan meresponinya dengan kritis. Kebenaran dan persepsi punya banyak wajah yang berbeda. Sayang sekali, kebanyakan penduduk Indonesia belum mampu bersikap demikian. Diperlukan lebih banyak kecerdasan, bukannya netralitas ataupun kemasabodoan.

  2. “Sayang sekali, kebanyakan penduduk Indonesia belum mampu bersikap demikian.” Itulah pentingnya pendidikan baik di sekolah dan di rumah, dari situ bisa dilahirkan manusia-manusia yang lebih kritis dan cerdas memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi apalagi terbawa emosi šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s