Cara Hemat Hidup di Jakarta

Banyak yang mengeluh kalau biaya hidup di Jakarta tinggi mulai dari tarif kost/kontrakan rumah, harga rumah, transportasi hingga makanan. Saya punya tips berhemat khususnya untuk pengeluaran makanan. Bagi anda yang punya sedikit skill memasak dan KEMAUAN untuk memasak+berhemat tidak ada salahnya mencoba cara ini. Dijamin uang yang bisa disave per bulannya lumayan buat kebutuhan lain yang lebih penting.

Saya ilustrasikan anda makan 3 kali sehari dengan biaya sarapan 10.000, makan siang 15.000 dan makan malam 15.000. Walau pada kenyataannya banyak juga yang makan siang dan makan malamnya lebih dari jumlah tersebut. OK total pengeluaran wajib anda dalam sehari anggaplah MINIMAL 40.000. Sebulan berarti 30×40.000=1.200.000. Setahun berarti 12×1.200.000=14.400.000 ! Itu baru untuk satu orang lho, belum lagi kalau anda punya tanggungan semisal istri dan anak yang tinggal dikalikan saja, kalau dalam 1 keluarga ada 5 orang berarti pengeluaran tahunan untuk makan keluarga tersebut at least 72.000.000. Ini belum termasuk cemilan atau  soft drink yang sering kita beli kalo lagi jalan-jalan 🙂

INVESTASI AWAL MASAK SENDIRI Max. 2 juta 

Di jaman yang apa-apa trend-nya akan terus naik, kayaknya angka 72juta/tahun untuk satu keluarga bakalan naik juga. Sebentar lagi BBM digadang-gadang akan naik nah otomatis harga bahan-bahan makanan dan makanan otomatis juga ikut naik. Alangkah bijaknya kita memutar otak untuk tetap bisa hidup kenyang (halah bahasanya lebay kali ya) dengan jumlah pengeluaran seminimal mungkin. SOLUSI-nya kalau untuk makanan adalah MASAK SENDIRI. Memang sih di awal-awal masak kita butuh minimal kompor gas, magic com, peralatan dapur (pisau, ulekan, panci dll). Namun kalo ditotal-total untuk benda2 tersebut yang umur pakainya bisa lebih dari 2-3 tahun nilainya tentu lebih kecil dari angka 72 juta per tahun.

Harga kompor gas paling 300-400ribu bisa awet bertahun-tahun hingga 10 tahunan juga bisa ^^. Tabung gasnya kalo yang besar (12kg) sekitar 500ribu rupiah, isi ulangnya sekitar 120ribu bisa untuk 2-3 bulan kalau untuk keluarga besar dan 6 bulan keluarga kecil yang cuma terdiri dari 2-3 orang. Ini murni tergantung jenis makanan yang sering diolah. Kalau seneng rebus-rebusan yah makin cepat deh habis gasnya. Saya prefer beli yang besar biar nggak sering isi ulang sih. Tapi kalau mau beli yang kecil itu akan lebih hemat tapi resikonya jadi lebih sering di isi ulang.

Peralatan dapur dan magic com juga kalo ditotalin investasi awalnya nggak sampai 1 juta. Anggaplah untuk investasi awal memasak sendiri dana anda alokasikan :kompor gas+tabung = 1 juta dan  magic com+peralatan dapur = 1 juta TOTAL 2 juta rupiah (walau kenyataannya bisa lebih murah). Tetap saja angka itu lebih kecil dibanding anda harus beli makanan tiap hari kan? Bisa juga ditambah dengan membeli kulkas biar bahan masakan/masakan jadi lebih awet. Tapi kulkas ini sifatnya optional, nggak wajib. Harga kulkas ya paling 1 juta-an udah bagus 🙂 Lho listriknya gimana untuk kulkas dan magic com? Tenang.. kulkas kan watt-nya kecil kalau udah nge-run, magic com kalau sekedar untuk menghangatkan juga kecil watt-nya. Jadi kontribusinya terhadap listrik bulanan juga kalo dihitung2 tetap hemat dibanding biaya beli makanan harian selama setahun.

BIAYA HARIAN KALAU MASAK SENDIRI

Mari kita asumsikan sebuah keluarga yang terdiri dari 5 orang tadi kalau memasak sendiri di rumah kira-kira berapa kebutuhan tahunan yang dibutuhkannnya. Saya akan membagi menjadi 2 bagian yaitu bahan makanan/energi yang dibeli bulanan atau tiap beberapa bulanan (karena awet disimpan lama) dan harian (karena segar dan tidak tahan disimpan lama).

A. Yang dibeli bulanan/beberapa bulan yaitu minyak goreng dan gas.

Harga minyak goreng curah paling murah yang saya dapat 12.000/kg. Lalu isi ulang gas 120rb untuk tabung 12kg. Normalnya minyak goreng per minggu habis 1 kg (bisa lebih kecil) maka asumsi anda butuh 4kg alias 48.000/bulan. Lalu untuk gas diasumsikan tiap 2 bulan gas tersebut habis maka alokasi dana bulanan untuk gas yang harus disediakan yaitu 60.000/bulan. TOTAL 108.000/bulan.

B. Yang dibeli harian yaitu beras (sebenarnya ini bisa dibeli tiap minggu/bulanan), protein nabati seperti ikan, sayur, bumbu2 masakan, protein nabati tambahan seperti tahu/tempe *)optional.

Asumsi anda memasak 1,5kg beras per hari. Harga beras standar 8.000/kg jadi anda butuh 12.000/hari untuk beras. Lalu untuk Ikan, sayur, bumbu2 dll.: Misalkan anda butuh memasak Ikan kembung segar  (40.000/kg) sekitar 1,5kg jadi butuh 60.000/hari untuk ikan. Lalu tahu 20 pcs=12.000/hari, sayur 3 ikat=6.000/hari, bumbu2 = 10.000/hari. TOTAL 100.000/hari ~ 3.000.000/bulan.

KESIMPULANNYA

JADI DALAM SEBULAN PENGELUARAN KELUARGA UNTUK MAKAN BISA DIPANGKAS JADI 3.108.000. Setahun berarti 37.296.000 saja. Bandingkan dengan angka 72 juta tadi? Hampir 50% selisihnya ya? Tentu angka 37 juta ini bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung jenis protein nabati yang dipilih (nggak mungkin donk tiap hari menu-nya ikan dan tahu terus) dan konsumsi makanan harian masing-masing anggota keluarga. Selisih-nya bisa anda manfaatkan untuk ditabung atau membeli cemilan / membuat cemilan sendiri di rumah dan kebutuhan lain yang lebih bermanfaat. Sekarang udah kebayang kan betapa hematnya masak sendiri, selain hemat lebih terjamin kebersihannya baik saat dibeli masih segar/mentah maupun saat diproses menjadi makanan karena kita sendiri yang memilih dan mengolahnya ^_^.

EH TAPI SAYA NGGAK ADA WAKTU

Buat wanita karir yang waktunya nggak bisa berlama-lama di dapur, sebenarnya bisa mengalihkannya ke ART atau menyicil menyiapkan bahan masakan di waktu malam hari (jadi pagi harinya tinggal masak). Kalau semua bahan udah siap, proses memasak itu sendiri nggak sampai 1 jam kok apalagi kalo cuma masak sayur paling cuma 15 menit 🙂 Cara lain dengan memaksimalkan hari Sabtu Minggu untuk menstock makanan yang tahan lama (jadi pas hari biasa tinggal diangetin bentar dan masak sayur doank). Intinya sih dimana ada KEMAUAN disitu ada JALAN hehe. Mau hemat dan sehat yah sempet-sempetin lah masak..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s