Motivasi dan Trik Menghafal Ayat Al-qur’an

Motivasi dan Trik Menghafal Ayat Al-qur’an

Usia kita sekarang sudah berapa tahun? Kalau saya Oktober 2014 ini genap 29 tahun. Pertanyaan berikutnya sudah berapa ayat Al-qur’an yang saya hafal? Rasanya sedih sekali kalo ‘stock’ hafalan Al-quran cuma ayat-ayat Juz Amma itupun yang pendek-pendek maksimal 10-12 ayat. Rasanya sia-sia aja hidup udah 29 tahun tapi hafalan Al-qur’an kok ya nggak nambah-nambah.  Masih seputaran trio kul dan wal ‘asr. Emang sih pas shalat butuhnya cuma 2 surat tapi rasanya ‘miskin’ sekali kalo seumur hidup hafalan kita cuma ayat yang itu-itu aja kan?

Motivasi saya sendiri dalam menghafal Al-qur’an baru timbul pas ngeliat suami sibuk menyicil dan mengulang hafalan Al-qur’an-nya. Ternyata banyak hikmah dari berusaha menghafal Al-qur’an. Saya baru membahas usaha-nya lho bukan hasil akhir jadi hafal apa nggak-nya. Memang sih di usia saya yang tidak muda lagi ini dan juga belum tua-tua banget kegiatan menghafal, terutama menghafal Al-qur’an bukan perkara gampang. Tapi bukan hal yang mustahil juga.

Trik pertama menghafal Al-qur’an (yang saya dapat dari suami) : Hafal-lah sambil menghafal/mengingat makna per kata. Kebetulan saya punya Al-qur’an yang masing-masing kata ada makna Indonesianya. Al-qur’an itu kalo kita faham makna-nya (baik secara detil maupun makna secara umum), bagi saya ibarat runutan cerita. Dan bahkan ber-rima jadi seolah-olah kayak karya sastra gitu. Jadi dengan memperhatikan hal-hal kayak gini jadi mudah mengingat ayat-ayat plus urutannya. Karena yang sering jadi masalah saya pribadi yaitu hafal ayatnya tapi urutannya kebalik-balik. Yang lebih parah kata-katanya juga kebalik sehingga maknanya jadi jauh berbeda.

Di satu surat sering saya temukan kata-kata sifat yang berlawanan di’mention’ bersamaan/berurutan. Misalnya kata ‘neraka’ dan ‘surga’, kata ‘beruntung’ dan ‘rugi’, kata ‘beriman’ dan ‘kafir’ dst. Penekanan pada makna-makna ini cukup memudahkan kita menghafal sebuah ayat dan urutannya dalam surat.

Trik kedua menghafal Al-qur’an : Sering-sering dibaca dalam shalat fardhu/sunat. Ini sepertinya trik paling umum.

Trik ketiga menghafal Al-qur’an :  Review/refresh hafalan setiap beberapa hari. Bisa jadi kita sudah hafal sebuah surat tapi karena jarang di baca dalam shalat malah ‘kehapus’ lagi. Sebaiknya tiap 2-3 hari surat yang sudah berhasil di hafal dibaca ulang lagi baik ayat dan makna-nya. Jadi ibarat pedang harus diasah terus biar tetap tajam. Ini berlaku untuk semua surat. Jadi hitung-hitung ibadah membaca Al-qur’an juga kan.

Manfaat  berusaha menghafal Al-qur’an.

Saya tekankan berhasil menghafal Al-qur’an bukan tujuan utama dari kegiatan ini tapi hikmah saat proses menghafalnya saya rasa lebih besar dari hafalan itu sendiri. Manfaat pertama menambah perbendaharaan pemahaman kata-kata dalam Al-qur’an.  Istilahnya kalo dalam bahasa Inggris sama dengan menambah perbendaharaan vocabulary kata-kata dalam bahasa Arab. Manfaat  kedua menambah pemahaman akan Al-qur’an itu sendiri. Jika kita tidak pernah berusaha menghafal Al-qur’an + maknanya boro-boro mau paham Al-qur’an-nya kan? Jadi sekarang masih berpuas dirikah kita dengan hafalan trio kul doank sementara umur terus bertambah tua? #Notetomyself.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s