Bapak Tua Penjual Amplop Itu Telah Tiada

Catatanku

Sewaktu mau ke Masjid Salman ITB untuk sholat Jumat tadi, saya tidak melihat Bapak tua penjual amplop. Biasanya setiap hari Jumat dia sudah duduk menunggu dagangan amplopnya di samping pedagang kaki lima yang menjual VCD/DCVD bajakan. Saya bertanya ke pedagang kaki lima yang ada di sana, ke mana bapak penjual amplop?

“Kan sudah meninggal, Pak?”, jawab pedagang kaki lima yang menjual kacamata.

Inna lillaahi. Kapan? “, tanya saya kaget.

“Tiga minggu yang lalu”, kata pedagang tadi.

Beberapa minggu yang lalu saya masih melihatnya, tetapi sudah beberapa Jumat belakangan saya punya jadwal rutin ke ITERA Lampung, sehingga tidak bisa sholat Jumat di Salman.

200120122112 Pak Darta sedang memasukkan 10 bungkus amplop yang saya beli

Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiun. Saya merasa sangat sedih. Saya sesekali masih membeli beberapa amplopnya. Saya lihat orang-orang  yang membeli amplopnya menyerahkan uang tetapi tidak meminta kembalian. Sisanya diniatkan sedekah buat Pak Darta, nama…

View original post 110 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s