Sedekah dan Pedagang

Enaknya jadi pedagang/wirausahawan itu bisa bersedekah tanpa batas tertentu. Karena pendapatan kita ga nentu, sedekah pun nominalnya suka-suka kita. Kalau pegawai tentu limit maksimal sedekah = gaji or pendapatan bulanan. Kalau pedagang? Mau sedekahkan semua saldo yang ada di tabungan mah hayuk aja…😅 Ada yang berani? Saya belum sampai tahap itu. Tapi saya yakin ada banyak entrepreneur yang mungkin sanggup senekat itu kalau udah masalah sedekah ini. 
My poin is jangan karena pendapatan kita ini ga menentu membuat kita pelit dan berat bersedekah. Justru karena ga menentu itulah sedekah kita harus semaksimal mungkin selagi saldo masih ada kan..kan..kan..😁 
Beda dengan pegawai yang bisa sedekah rutin bulanan dengan jumlah yang sama. Pedagang memang harus pintar2 memanfaatkan peluang sedekah sebanyak mungkin selagi rejeki masih ngalir lancar.
Banyak yang mengatakan pedagang2 itu rajin sedekah itu untuk memperlancar usaha (semacam gak ikhlas gitu yah). Ini sama aja kayak mikirin mana duluan ayam apa telur? Mana duluan sedekah yang banyak sama rejeki ngalir deres? Apa karena sedekah banyak, rejeki jadi makin lancar? Atau karena rejeki lancar, sedekah nya juga makin kuenceng 😀😀
Intinya apapun alasan seseorang bersedekah mau biar rejeki lancar kek atau apa kek. Tetaplah rajin2 sedekah, dan biar Allah Yang Maha Tahu Mencatat sedekah kita ini bisa dinilai apa nggak. Yang penting kan ikhtiar dulu dalam bersedekah ya nggak? Jangan karena takut dibilang ga ikhlas malah jadi ga mau keluarin sedekah sama sekali. Sungguh hebat cara iblis memanipulasi hati kita biar ga mau sedekah 😅.
Bogor 23 Juli 2017

Advertisements