Pengalaman Memakan Beras Maknyuss dan Maknyuss yang sudah memiliki SNI-Beras

Sekilas saya baca artikel Seword tentang maknyuss dan sudah barang tentu isinya seragam dengan pemerintah karena Seword isinya emang kumpulan orang2 yang disiapkan untuk membela/mendukung tingkah polah pemerintah..Se absurd apapun itu harus dibela.. Mau pakai narasumber hantu juga hayuk.. Coba kalian cek deh para penggemar2 seword,katakita dkk Itu mereka kalau bikin tulisan, jelas ga sumbernya dari mana dan tingkat pengetahuan narasumbernya sampai mana. Saya baca kok narasumbernya ga jelas siapa ya. Kayak lagi baca cerpen kalo baca seword karena sumber berita tidak jelas siapa. Hantu mungkin? Ah ga pedulilah narasumbernya siapa ya pokoknya asal sesuai dengan hati pembaca biasanya artikel sekelas seword itu udah dianggap fakta paling benar oleh sebagian orang yang malas berpikir..

Anyway. Saya dulu sering makan beras Maknyuss selama stay di Banjar Jawa Barat. Dan memang rasanya beda dari beras lain. Itu kembali ke selera sih. Yang sering beli Maknyuss ini adalah ibu saya, entah kenapa beliau sering membeli beras merk ini. Secara logika kalau memang beras ini kualitas rendah yang cuma dikemas ulang/ dioplos beras murah lainnya. PASTI AKAN TERASA oleh konsumen saat memasak dan kemudian memakannya. Karena bagi keluarga kami harga beras maknyuss tergolong mahal dibanding beras lainnya. Logikanya ngapain ibu ga beli beras murah lainnya aja kalau emang maknyuss ini kualitasnya ga sesuai harga. Ngapain beli beras mahal2 kalau ga enak?

Dan setelah saya amat2i di socmed, para pelanggan beras Maknyuss bermunculan dan memberikan testimoninya bahwa mereka MENYUKAI beras ini dan sering membelinya di toko langganan mereka. So masyarakat mana yang tertipu seperti yang disebut Tikar?

Karena saya sudah familiar dengan si Maknyuss ini saya pun telusuri hal lain dari merk ini. Dan taukah anda bahwa beras ini sudah memiliki akreditasi SNI? Saya rasa amat sulit menemukan perusahaan yang mau mengurus SNI kecuali SNI itu sudah diwajibkan oleh Pemerintah. Dan fakta lebih mengejutkan lagi PT TPS dan PT IBU sebagai produsen Maknyuss mendapat SNI Award peringkat EMAS 2015 dan PT TPS untuk kali ke 2 mendapat SNI Award peringkat EMAS lagi di 2016. Sumber :

1.http://industri.bisnis.com/read/20151111/12/491092/39-perusahaan-dan-organisasi-raih-sni-award-2015

2.http://bsn.go.id/main/berita/berita_det/7970/Selamat-Kepada-Penerima-Anugerah-SNI-Award-2016

Syarat mengikuti kompetisi SNI Award :Ā http://www.bsn.go.id/uploads/download/Syarat_dan_Aturan_SNI_Award_20151.pdf

Apa itu SNI?

Standar Nasional Indonesia. Standar Nasional Indonesia (disingkatĀ SNI) memang adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia.Ā SNIĀ dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN)

SNI beras bisa dicek di web PEMERINTAH berikut ini :Ā http://sisni.bsn.go.id/index.php/sni_main/sni/detail_sni/22725

Coba teman2 cek ada berapa merk di pasaran yang produk beras dalam kemasan yang sudah mendapat pengakuan pemerintah sebagai produk yang sudah memenuhi SNI?Kayaknya kalau beras curah tanpa merk sudah dipastikan belum mampu mengurus SNI karena memang SNI hematnya diperlukan untuk produk yang didistribusikan secara Nasional. Namanya aja standar Nasional kan.

Sulitkah mengurus SNI? Saya belum pernah mengurus SNI tapi dulu semasa di PNS saya sering rapat terkait SNI. Karena komoditi yang diawasi kementerian / direktorat saya zat kimia maka kami banyak merumuskan SNI zat kimia yang diperjualbelikan di pasaran. Saya pikir, proses perumusan SNI apapun entah itu beras atau zat kimia prosedurnya sama saja. Rapat itu sudah dipastikan wajib dihadiri orang dari LSPro. LSPRo adalah badan yang terakreditasi (diakreditasi oleh KAN-Komite Akreditasi Nasional BSN) yang nantinya akan menguji parameter2 yang diterapkan/ distandarisasikan dalam perumusan SNI tersebut. Rata2 perwakilan dari LSPro memang orang2 lulusan kimia yang sehari2 kerja di Lab menganalisis / uji kandungan suatu bahan dalam sebuah produk. Membayangkan rumitnya merumuskan si SNI ini.

Saya rasa jika ada sebuah perusahaan dengan sadar diri mau menjadikan produknya sesuai dengan yang disyaratkan dalam SNI-yang sudah dengan jumpalitan dirumuskan oleh perumusnya lewat rapat berminggu2 kadang berbulan2-, itu sebuah PENGHARGAAN BESAR bagi pemerintah. Karena SNI beras itu setau saya belum wajib (SNI itu ada yang wajib ada yang nggak). Nah SNI yang diurus Maknyuss belum wajib bagi seluruh produsen beras.

Susahkah menghasilkan produk sesuai SNI beras? Pasti tim QC maknyuss sudah melakukan usaha dulu donk agar hasil produksinya bisa memenuhi SNI beras. Karena spesifikasi yang sesuai SNI bisa diusahakan lewat pemrosesan produk itu sendiri di produsen masing2. Ā Dan bisa aja saat mengajukan akreditasi SNI ke LSPro si produsen gagal mendapatkan akreditasi SNI karena mutu produknya ga sesuai SNI.

Mungkinkah seorang pengoplos beras bisa mendapatkan SNI? Coba baca link berikut :Ā http://bsn.go.id/main/berita/berita_det/7008/Infografis—Alur-Proses-Sertifikasi-SNI-pada-Produk Bisa dengan catatan si LSPro yang menguji harus berbohong dengan hasil ujinya dan saya rasa ini sulit terjadi karena LSPro juga di akreditasi oleh KAN. Berarti KAN juga harus ikutan bermain curang terkait SNI ini. Ā Dan kalau sudah begitu berarti azas ketidak berpihakan KAN dalam linkĀ http://www.kan.or.id/index.php/aboutkan/ketidakberpihakan

harus ditinjau ulang..

Jadi ada 2 kata yang membuat saya secara pribadi tertarik membahas masalah ini. Satu yaitu si maknyuss itu sendiri yang sering saya konsumsi sebagai konsumen. Dua yaitu SNI sebagai salah satu tupoksi alias gawean yang saya jalani saat jadi abdi negara dulu. Empat Jempol dari saya selaku mantan pegawai pemerintah yang sempet berendam sebentar dengan dunia perumusan SNI, bagi perusahaan2 yang mau menerapkannya dan menjadikannya sebagai modal untuk bersaing dengan kompetitor lain.

 

Bogor 26 Juli 2017

 

 

Advertisements