Pentingnya Menjaga Ukhuwah dan Mudah Memberi Maaf

Agama itu semakin kau pahami..

Harusnya semakin melunakkan hatimu..

Meningkatkan empatimu…

Membuat mu susah marah… 
Nabi tidak pernah marah jika yang dicaci dirinya sendiri tapi Nabi hanya akan marah kalau yang dilecehkan Allah dan Agama Islam itu sendiri…
Begitu juga kita seharusnya jangan mudah membalas celaan orang dengan celaan kembali selagi orang itu tidak menghina Nabi atau  Allah atau Alquran..  Maka maafkanlah dia atau diam saja itu lebih baik.. Tahan emosi.. Insyaallah dgn menahan diri membuat derajat kita terangkat karena kesabaran kita… Membuat kita beda dengan derajat org yang mencela kita…
(Coba aja kita lihat saat ustadz2 dzhalimi such as dilarang kasih pengajian.. mereka pada sabar dan keep calm, cool n confident aja kan.. karena mereka tau seperti itulah Nabi dulu saat awal2 berdakwah.. Sabar…)
Semakin menambah alasanmu untuk mengukur kesalahan dirimu sendiri dan

mengurangi waktumu untuk mengukur kesalahan orang lain…
Jangan kau ngaku mendalami sunnah.. Jika akhlak dari si perintis sunnah itu sendiri kau tidak mau meniru… 
Muliakan lah agama ini dengan akhlakmu..

Tak mengapa ilmu mu baru sedikit tapi akhlak yang baik akan membuat malu musuh2 Islam… 
Saya ingat banyak para mualaf yang awalnya penasaran dengan Islam setelah berinteraksi dengan muslim berakhlak baik..  Jadi akhlak baik memang segala2nya dalam Islam, bahkan bisa memberi hidayah kepada seseorang untuk tertarik dengan Islam…
Jangan jatuhkan harga dirimu lewat akhlak yang buruk.. 

Jangan pertaruhkan akhiratmu dengan akhlak yang buruk..
Setinggi apapun ilmu mu kalau tak kau iringi dengan akhlak yang dicontohkan Nabi, manalah mungkin umat ini akan disegani…Manalah mungkin Islam akan dihormarti..
Bila sesama kita masih mudah saling membenci hanya karena urusan duniawi…(crying)(crying) 
Bagaimana nanti pertanggungjawaban kita atas diri sendiri di hadapan Allah..?
Kita boleh merasa dizhalimi.. dianiaya.. tapi ukhuwah harus tetap terjaga.. jika demi menjaga ukhuwah maka ganjarannya surga.. Maka tak ada kesalahan seorang muslim pun yang tak bisa kita maafkan kecuali dia sudah jelas2 melakukan kesyirikan atau murtad keluar dari Islam..

Advertisements