Tips memilih suplier/produsen

Bagi saya pribadi,  sebagus apa pun produk.  Selaku apa pun brand tersebut di toko saya,  jika suplier sudah tidak bisa lagi memuaskan keinginan saya ya pasti akan saya stop.  Saya akan cari merk lain.  Karena pada dasarnya,  kerjasama reseller dan suplier itu harus ada rasa saling membutuhkan. Kalau kita merasa sudah tidak dibutuhkan,  ngapain buang2 energi promosikan brand tsb.

Bagi saya rejeki itu bukan dari suplier yang udah terkenal,  tapi bisa dari mana aja.  Karena kualitas rata2 setiap suplier pada umumnya sama. Tinggal bagaimana kita meyakinkan customer,  membantu produk suplier tersebut cepat habis agar kita bisa order terus dan suplier/produsen bisa lancar produksi terus.

 

Produsen bermental pedagang mindsetnya akan beda dengan produsen bermental betul2 produsen. Tidak akan ketakutan stock tidak habis di akhir OO karena memang tidak semua stock harus habis di satu kali OO. Karena sudah tugas produsen menyediakan stock untuk reseller yang dia terima. Kalau tugas se sepele itu tidak terpenuhi ya berarti bukan produsen namanya tapi baru level pedagang yang ingin barangnya segera habis. Semua kembali ke mental sih. Ada produsen yang mentalnya udah betul2 produsen, ada yang mentalnya masih level pedagang.

Advertisements