WAHABI SALAFI SUNNI SYIAH DLL..

Ada apa ini kok banyak banget golongan2 dalam Islam sekarang yah. Belum lagi kumpulan orang-orang yang saling nyinyir menganggap golongan ini atau itu berbahaya. Bla..bla..bla.. Kalau saya baru percaya sebuah ajaran berbahaya atau nggak setelah membaca/mendengar dakwah dari yang bersangkutan. BUKAN DARI teriakan orang-orang nyinyir yang mungkin saja hanya latah ikut-ikutan yang lain tanpa paham dulu apa yang dia sebarkan.

Misalnya ada yang teriak nyinyir suatu kelompok sesat. Kenali dulu yang ngomong itu bagaimana track recordnya. Apakah sepanjang karirnya kerjanya bilang orang lain sesat terus atau dia lebih sering mendakwahkan ilmu agama itu sendiri. Dan apakah ilmu yang dia sampaikan itu benar atau berbau kesesatan juga? Sering saya lihat orang yang paling nyinyir bilang kelompok lain sesat ternyata juga dibarengi dakwah ajaran-ajaran menyimpang. Nah lho? Maling teriak maling kalau gitu. Terus dengan seenaknya mencatut Nabi Muhammad SAW ‘sering’ melaksanakan ibadah sesat yang dia ‘klaim’ sunnah tersebut.

Pada dasarnya tidak ada yang namanya Wahabi/Salafi/Sunni/Syiah. Namun kelompok yang membenci Islam itu sendiri sengaja memberi ‘cap’ atau ‘penamaan’ bagi kelompok yang mempelajari Islam.Agar Islam tetap terpecah-pecah dan saling memperdebatkan perbedaan bukan mencari sebanyak mungkin persamaan.

Islam itu sangat simple yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Konsekuensi dari 2 kalimat syahadat ini tidak main-main. Yaitu melaksanakan semua perintah Allah yang tertuang dalam Al-qur’an dan tuntunan Nabi SAW berupa hadits shahih. Menjauhi semua larangan yang telah diberitahukan Allah lewat Al-qur’an dan juga hadist Nabi SAW yang shahih.

Namun ada yang ‘menganggap kuno’ ajaran Al-qur’an dan Hadits tersebut. Sehingga ada kita temukan orang yang mengaku Islam namun kehidupan sehari-hari amat jauh dari tuntunan Al-qur’an dan Hadits. Karena mereka sudah enggan menggunakan kedua sumber ini sebagai referensi dan lebih cenderung mengikuti apa yang terbetik di hati dan pikiran saja. Lebih parahnya lagi kalau malah mengikuti contoh yang sesat (tanpa sadar yang diikutinya itu sesat).

So jangan mudah percaya ya kalau ketemu orang yang tiba-tiba dengan semangat berapi-api mengaku ‘berdakwah’ aliran A sesat atau aliran B berbahaya. Pelajari dulu dengan tenang dan cermat dari sumber yang benar (jangan dari sumber yang sesat pula!). Agar kita tidak mudah terbawa arus fitnah golongan yang ingin memecah belah umat Islam.

Padamkan Lampu Jika Hendak Tidur

Hikmah Medis di Balik Hadits “Padamkan Lampu Jika Hendak Tidur”

“Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman” (HR.Muttafaq’alaih).

Rasulullah mensabdakan itu lebih dari 14 abad yang lalu. Ternyata, di abad modern ini baru diketahui manfaat medis dari tuntunan Rasulullah untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur.

Seperti ditulis Ustadz Yusuf Mansur, ahli biologi Joan Robert mengungkapkan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Orang yang tidur dalam kondisi gelap, maka tubuhnya bisa memproduksi hormon ini.

Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari, sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon melatonin terhenti..

Pentingnya tidur di malam hari dengan mematikan lampu juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris. Peneliti menemukan bahwa ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia yang diadakan di London juga menyatakan bahwa orang bisa menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Subhanallah… demikian luar biasa tuntunan Rasulullah. Setelah berabad-abad, hikmah medisnya baru terugkap. Wallahu a’lam bish shawab.

Catt:
Kalau saya semenjak menikah baru tau (dari suami) kalo udah menjelang maghrib, semua pintu dan jendela sudah harus ditutup. Makanan dan minuman ditutup. Bejana/ baskom penampung air ditutup. WC duduk juga ditutup. Karena pas Magrib itu syetan mencari tempat untuk tinggal. Oiya pas nutup pintu dan jendela jangan lupa baca Bismillah atau kalau perlu baca Ayat Kursi agar rumah terlindung dari syetan yang lagi cari tempat tinggal.

List Web/Blog/Facebook page Agama Syiah

Beberapa waktu lalu saya dapet Info List Web/Blog/Facebook Page agama Syiah yang harus diwaspadai karena ‘cover’nya Islam namun isinya ternyata ajaran Syiah.

Saya belum mengecek satu persatu, namun ada beberapa nama yang familiar karena secara tak sengaja, dulu nemu pas ‘blogwalking’ (pantesan dulu saya mikir “ada yang aneh dengan blog ini”). Perlu kejelian tersendiri untuk tahu sebuah Link Website yang bertajuk “Islam/Ahlussunnah/Salafy dsj.” namun isinya ternyata ajaran Syiah (cape deh, jangan sampe ketipu ya..).

Nah penulis Syiah ini biasanya nggak akan mau mengaku mereka menganut agama Syiah (malu atau ga PD kali ya?). Jangan salah, penulis2 Syiah (tapi ga mau ngaku Syiah) amat lihai mengutip Al-qur’an atau Hadits dan menyulapnya seolah2 sesuai dengan ajaran Syiah jadi berhati-hatilah. Sedapat mungkin belajar ngaji tuh ke guru ngaji yang udah teruji kearifan dan ilmunya (dan lagian lebih puas bertanya-nya kan). Karena banyak sekali orang memanfaatkan internet untuk mensyiarkan pemikiran sesatnya.

Update : Setelah saya cek beberapa, ada yang menurut saya ga bisa serta merta langsung di cap Web Syiah. Penulisnya mengaku ‘rela’ dan ‘keukeuh’ Syiah itu termasuk bagian dari Islam dengan berbagai excusenya dan excuse nomor wahid adalah RISALAH AMMAN (ampe bosen denger excuse yang satu ini). Kalau saya sih ga butuh RISALAH AMMAN atau apalah namanya. Kita NILAI SAJA SENDIRI pantas ga agama Islam yang suci ini diracuni hal-hal berbau syirik dan bid’ah. Entah itu dari faham Syiah, Ahmadiyah atau aliran apapun. Jika terdeteksi melenceng dari Aqidah Islam yang saya fahami ya nggak akan saya ikuti. Mending ikutin yang JELAS2 aja deh daripada salah.

Saran saya bagi muslim yang baik, silahkan belajar ke guru yang kredibel aja daripada ragu. 🙂 Sengaja ga saya share list-nya disini karena saya takut salah tuduh, biar saja teman2 nilai sendiri berdasarkan pemahaman agama Islam selama ini mana web Islam yang beneran menyajikan konten Islam, mana yang udah dicampur bumbu2 Syiah.

Update 1: Ternyata blog2/FB page yang terindikasi Syiah, saya lihat banyak yang udah LAMA SEKALI tidak di update. Ada yang terakhir update September 2012. Kemungkinannya ada 2, si pemilik blog mendapat hidayah (Alhamdulillah..) dan kembali ke ajaran Islam yang lurus ATAU malah bikin blog baru dengan nama lain. Semoga tidak yang terakhir ya. Amin..

Update 2: Saya sarankan baca http://jamanfitnah.com/pintu-masuk-syiah-dalam-menjebak-umat-1/ karena konten web ini di isi oleh orang Syiah yang sudah bertaubat dari kesesatan Syiah. Biarkan pengalaman orang jadi ilmu berharga bagi kita agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Ok 🙂

Motivasi dan Trik Menghafal Ayat Al-qur’an

Motivasi dan Trik Menghafal Ayat Al-qur’an

Usia kita sekarang sudah berapa tahun? Kalau saya Oktober 2014 ini genap 29 tahun. Pertanyaan berikutnya sudah berapa ayat Al-qur’an yang saya hafal? Rasanya sedih sekali kalo ‘stock’ hafalan Al-quran cuma ayat-ayat Juz Amma itupun yang pendek-pendek maksimal 10-12 ayat. Rasanya sia-sia aja hidup udah 29 tahun tapi hafalan Al-qur’an kok ya nggak nambah-nambah.  Masih seputaran trio kul dan wal ‘asr. Emang sih pas shalat butuhnya cuma 2 surat tapi rasanya ‘miskin’ sekali kalo seumur hidup hafalan kita cuma ayat yang itu-itu aja kan?

Motivasi saya sendiri dalam menghafal Al-qur’an baru timbul pas ngeliat suami sibuk menyicil dan mengulang hafalan Al-qur’an-nya. Ternyata banyak hikmah dari berusaha menghafal Al-qur’an. Saya baru membahas usaha-nya lho bukan hasil akhir jadi hafal apa nggak-nya. Memang sih di usia saya yang tidak muda lagi ini dan juga belum tua-tua banget kegiatan menghafal, terutama menghafal Al-qur’an bukan perkara gampang. Tapi bukan hal yang mustahil juga.

Trik pertama menghafal Al-qur’an (yang saya dapat dari suami) : Hafal-lah sambil menghafal/mengingat makna per kata. Kebetulan saya punya Al-qur’an yang masing-masing kata ada makna Indonesianya. Al-qur’an itu kalo kita faham makna-nya (baik secara detil maupun makna secara umum), bagi saya ibarat runutan cerita. Dan bahkan ber-rima jadi seolah-olah kayak karya sastra gitu. Jadi dengan memperhatikan hal-hal kayak gini jadi mudah mengingat ayat-ayat plus urutannya. Karena yang sering jadi masalah saya pribadi yaitu hafal ayatnya tapi urutannya kebalik-balik. Yang lebih parah kata-katanya juga kebalik sehingga maknanya jadi jauh berbeda.

Di satu surat sering saya temukan kata-kata sifat yang berlawanan di’mention’ bersamaan/berurutan. Misalnya kata ‘neraka’ dan ‘surga’, kata ‘beruntung’ dan ‘rugi’, kata ‘beriman’ dan ‘kafir’ dst. Penekanan pada makna-makna ini cukup memudahkan kita menghafal sebuah ayat dan urutannya dalam surat.

Trik kedua menghafal Al-qur’an : Sering-sering dibaca dalam shalat fardhu/sunat. Ini sepertinya trik paling umum.

Trik ketiga menghafal Al-qur’an :  Review/refresh hafalan setiap beberapa hari. Bisa jadi kita sudah hafal sebuah surat tapi karena jarang di baca dalam shalat malah ‘kehapus’ lagi. Sebaiknya tiap 2-3 hari surat yang sudah berhasil di hafal dibaca ulang lagi baik ayat dan makna-nya. Jadi ibarat pedang harus diasah terus biar tetap tajam. Ini berlaku untuk semua surat. Jadi hitung-hitung ibadah membaca Al-qur’an juga kan.

Manfaat  berusaha menghafal Al-qur’an.

Saya tekankan berhasil menghafal Al-qur’an bukan tujuan utama dari kegiatan ini tapi hikmah saat proses menghafalnya saya rasa lebih besar dari hafalan itu sendiri. Manfaat pertama menambah perbendaharaan pemahaman kata-kata dalam Al-qur’an.  Istilahnya kalo dalam bahasa Inggris sama dengan menambah perbendaharaan vocabulary kata-kata dalam bahasa Arab. Manfaat  kedua menambah pemahaman akan Al-qur’an itu sendiri. Jika kita tidak pernah berusaha menghafal Al-qur’an + maknanya boro-boro mau paham Al-qur’an-nya kan? Jadi sekarang masih berpuas dirikah kita dengan hafalan trio kul doank sementara umur terus bertambah tua? #Notetomyself.