​​Tata Cara Mengurus Pencairan/Klim Taspen Untuk PNS yang diberhentikan secara hormat a.k.a Resign

Tata Cara Mengurus Pencairan/Klim Taspen Untuk PNS yang diberhentikan secara hormat a.k.a Resign Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya mengurus pencairan dana Taspen, setelah berhenti bekerja jadi PNS di Kementerian Perindustrian. Saya bekerja dari 2010 hingga 2013. Namun baru mencoba mengurus Taspen ini Juli 2017. Kenapa bisa sejauh itu rentangnya? Karena memang saya baru […]

Thanks For Your Understanding 

Beberapa hari yang lalu saya di anugerahkan 2 customer supeer..Alhamdulillah..😂 (Karena dimarahin customer itu bikin nyeseek meskipun masalah itu udah diluar kuasa kita pokoknya kita yg kena semprot abis2an) Gimana ga super coba Customer pertama paketnya udah saya krm dr hari jumat kemarin dan baru rabu kurir saya info resi shopeenya salah dan harus diperbaiki..intinya […]

Sedekah dan Pedagang

Enaknya jadi pedagang/wirausahawan itu bisa bersedekah tanpa batas tertentu. Karena pendapatan kita ga nentu, sedekah pun nominalnya suka-suka kita. Kalau pegawai tentu limit maksimal sedekah = gaji or pendapatan bulanan. Kalau pedagang? Mau sedekahkan semua saldo yang ada di tabungan mah hayuk aja…😅 Ada yang berani? Saya belum sampai tahap itu. Tapi saya yakin ada […]

Alasan Kenapa Berhenti PNS

Update status tentang pencairan Taspen karena Resign malah orang ada yang gagal fokus sama resign PNS nya. Kenapa? Why? Duh jadi enak diperhatiin gini berasa artis aja ditanya2.. 😂 Padahal resign udah dari 2013. Karena saking lamanya saya pun lupa apa ya alasannya.. Dulu mungkin karena bosen.. Karena dari awal masuk tak pernah punya visi misi bakal jadi PNS yang gimana.. Cuma ngikutin arus teman2 yang pada info ada  tes ini itu.. Intinya mungkin visi misi hidupku ternyata gak kutemukan pas jadi PNS… Kalau kutemukan aku udah pasti stay dan merancang karir ke depan kayak gimana di PNS.. Mungkin bercita2 jadi eselon I barangkali 😂? Kalo jadi Menteri mah ga mungkin karena Jabatan Menteri konon katanya jatah orang Partai or harus orang kepercayaan Presiden 😁. Or bercita2 kuliah dibiayai pemerintah sampai jenjang S3? Bagi PNS peluang beasiswa mah terbuka lebaar..

Karena ketertarikan berkarir di PNS betul2 zero alias nol.. Mending kita set visi misi baru di luar zona itu..😂😁

Forget gengsi, forget celaan orang bahkan dari keluarga sedarah sendiri.. Dengan keputusan anti mainstream ini.. Whats important most is your heart 😁.. Karena yang menjalani dirimu bukan orang lain..
FYI saya dulu Masuk PNS gratis + murni hasil tes tanpa kongkalingkong yaa.  Saya bahkan baru tau ada kantor yang bernama Kemenperin pas udah keterima. Makanya saya pun meninggalkan kantor ini no hard feeling karena saya dari awal emang ga ada berhutang budi kepada siapapun untuk mendapatkan pekerjaan ini 😅
Sekian penjelasannya.. maaf kalo ada yang kecewa dengan alasan yang garing kayak krupuk ini tapi ya itulah alasan apa adanya. 😂😁
Bogor 21 Juli 2017

Alasan kenapa tidak punya TV di rumah

Bukan karena ga punya TV saya berpemikiran seperti ini.

Tapi karena pikiran seperti inilah saya merasa tidak perlu ada TV di dalam rumah kami. 

Kalau cuma sekedar TV doank mah saya masih bisa beli. Cuma ya mubazir  hanya bakal jadi pajangan.

Karena pada siaran TV kita tidak bisa memilih tayangan yang kita butuhkan, kecuali kita sengaja memasang TV berisi saluran dakwah or News or Ilmu Pengetahuan only. Dalam kasus saya, itu semua sudah cukup terpenuhi dari PC + Internet. Jadinya kok ya ga perlu lagi lah TV. Menuh2in rumah yang udah kecil ini aja 😊.

Bogor 8 Juli 2017

Muslim, Muslimah dan Entertainment Korea

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ: اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ
”Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian.” (HR. Ahmad no. 22757. Dinilai hasan lighairihi oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).

Beberapa hari yang lalu saya membuat status FB yang kira2 isinya begini :
“muslimah dan muslim yang baik keren itu tidak nonton drama korea, variety show korea dan kpop serta tayangan sejenis lainnya
tapi menggantinya dengan tayangan yang lebih bergizi dan bermanfaat
syukur2 yang bisa menambah keimanan+ilmu Islam
#notetomyself #pencintakoreajanganmarahya

#iagreetodisagree #hanyamengingatkanya..

#lunashutangmengingatkan.. ”
Jawabannya sesuai prediksi saya, beragam ada yg ijin share (tanda seide), ada yg kasih likes bahkan love dilikes nya (tanda setuju bgt), ada yg ga setuju dan mengemukakan alasan dan pembenaran atas kegemarannya, ada juga yg marah dan baper bahkan sempet2nya membully saya d status yg dia bikin spesial buat saya dan (bersama teman2nya) setelah saya klarifikasi langsung bahwa status itu bukan buat dia tapi buat semua yang baca akhirnya status berisi bully-an tersebut dihapus. Alhamdulillah.

(Lain kali kalo baca status orang kalo kita ga di tag jangan GR deh ya. Emang yang suka Korea situ aja.. Kan ada buanyaak faktanya 😂.)

Kenapa saya spesifik menyebut Korea? Kenapa ga sinetron Indonesia, dll.

Karena Korea lah yang paling banyak diminati sebagian besar muslim dan muslimah Indonesia (dan juga negara lain).

Kalau ditanya apakah saya pernah menjadi pencinta korea? Jawabnya pernah.. ga hanya korea, anime2 jepang, drama2 jepang, serial asing sebangsa desperate housewives, CSI, Lie to me, criminal minds,Dexter dll ada panjang listnya kalau mau disebutkan satu2. Hobby itu berlaku dari tahun 2 kuliah sekitar 2005 inget banget judul drama pertama yg ditonton itu 1 litre of tears dan saya bener2 nangis nonton itu drama 😂 hingga usia anak pertama menginjak setahun Awal 2016 (lama banget kan ya ketergantungannya).TAPI bagi saya semua itu masa lalu yang sudah dikubur dalam2. Saya sudah sadar itu tidak bermanfaat dan ingin hijrah ke tayangan yang lebih disukai oleh Big Boss saya yaitu Allah Swt. Kalo nggak bisa nonton yang Allah sukai seenggak nonton yang ga dibenci Allah deh.
Awal yang bikin saya berhenti siapa. Berhenti ketagihan korea itu saya analogikan orang berhenti merokok. Suami sayalah yang tidak suka melihat saya menonton korea awalnya. Bukan karena alasan syari or apa. He just simply hate seeing me watching  running man or infinity challenge at that time. Sekarang setelah saya tanya2 ulang apa alasan beliau melarang saya, jawabnya, budaya Korea itu terlalu berbeda dengan kita. Dengan Indonesia pada umumnya beda apalagi dengan Islam. Dia tidak mau pikiran saya jadi terpengaruh budaya orang Korea.
Setelah saya pikir2 iya juga ya. Saya kadang kalo nonton running man suka jengah ngeliat bintang tamu cewe yang muda n masih belia bisa bebas aja digendong dipunggung sama peserta running man yg laki2.  Skinship di Korea begitu murahnya berlaku. Belum pernah saya lihat variety Indonesia yang “separah” running man ini skinshipnya. Dimana laki-laki dan perempuan bebas aja pegang2an,peluk2an dalam game2 nya kadang saya sendiri yang ga nyaman ngelihatnya. Sambil berpikir, kok mau2nya cewe2 itu dipegang2 sembarangan gitu aja bahkan ada yg joged2, meliuk2an badan dengan jarak beberapa meter saja dari kumpulan lelaki.
Ya memang itulah budaya mereka. Itulah budaya entertainment Korea. Saya ga nyalahin orang Koreanya. saya nyalahin diri sendiri kok saya masih betah aja gitu nonton sesuatu yang dalam kehidupan sehari2 saya ga akan mungkin setuju itu terjadi baik kepada diri sendiri maupun keluarga dan teman2 saya.
Belum lagi kalau bahas drama. Ya drama tentu tergantung temanya. Namun apapun temanya. Bagi saya poinnya adalah : tontonan2 yang tidak ada nilainya bagi malaikat pencatat amal2 saya,apalagi durasinya cukup lama dan tiap endingnya selalu bikin penasaran dan menguras emosi, maka mending dari awal enggak ditonton sekalian. Mending saya cari yang lain. Bagi saya tayangan drama terlalu menguras banyak waktu saya di dunia ini 😂. Min 1 episod 48-60 menit. Min 1 serial bisa 10-20 episod sampai tamat. Aduh rasanya kok terlalu banyak waktu “terbuang” yang sepatutnya bisa saya isi untuk bikin malaikat pencatat amal saya ini “bekerja”😂. Logika saya begitu. Life is about choice. Jika kamu emang rela waktumu terbuang sekian menit untuk alasan fun or me time meski tak ada nilai ya silahkan. Itu hak masing2 cuma sayang aja gitu lho. Karena pilihan lain yang menyejukkan hati dan pikiran (khusus yang mau rileks) juga banyak yang sesuai syariat or seenggaknya yang ga melanggar syariat. .
“Ah ga usah terlalu dipikirin, kamu serius amat sih mikirnya. Yang penting kan selain itu lucu2 aja and FUN.”

Entahlah ya, berpikir or deep thinking itu emang kewajiban setiap muslim. Dan semenjak belajar agama hobby berpikir saya semakin menjadi2 dan semua masalah selalu saya hubungkan ke Agama dan ke Preferensi Allah.. Bagi saya Allah harus ada sebagai alasan dalam setiap tindakan termasuk mencari hiburan yang Allah juga suka or setidaknya yang tidak dibenci-Nya.
Sejak 2016 saya berhenti dengan alasan suami. Namun saat ini saya berhenti atas keinginan sendiri. Mungkin orang2 yang masih menikmati dan mencintai tayangan2 korea akan ilfeel dan sinis kepada saya. Tapi saya tetap doakan semoga dimudahkan untuk hijrah ke tontonan yang lebih aman buat seorang muslim. Kalau ga sekarang mungkin beberapa tahun yang akan datang bakal bosen sendiri 😂.

Atau sehabis baca ini bertekad mengurangi merokok eh menonton tayangan gak bermanfaat #peace
Tapi realitanya memang kita diciptakan di Bumi ini untuk menyembah Allah. Dan salah satu wujud bukti kita tunduk kepadanya ya mungkin dengan menjadikan Dia alasan dari setiap kegiatan. Itupun saya masih belajar. Saya masih banyak kekurangan namun satu tekad saya yang pasti yaitu meninggalkan kegiatan2 tak bermanfaat bahkan melalaikan. Agar sikap meninggalkan yang tidak bermanfaat itu semua, bisa jadi alasan saya untuk boleh ikutan ngantri masuk Surga di hadapan Allah kelak.😂😃
Bogor 7 Juli 2017

Review ERGOBABY

Menyambung postingan sebelumnya tentang gendong-menggendong. Setelah surfing kesana kemari, akhirnya saya memutuskan untuk hunting gendongan jenis Soft Structured Carrier (SSC). Ciri khas gendongan ini adalah bagian tali bahu dan pinggang yang dilapisi busa/foam (biasanya PUR atau EVA) atau istilah asingnya padded shoulder and waist strap. Sekilas mirip tali pada tas laptop merk bodypa**. Bagian panel gendongan biasanya terdiri dari lapisan tipis paduan bahan katun dan kanvas. Mayoritas merk SSC ternama berasal dari USA sebut saja Boba, Ergobaby, Beco, Pikkolo, BabyBjorn, Tula, Kinderpack dll. (tetap saja, sebagian besar produksinya di China, kecuali Merk Tula (Poland dan Mexico) dan Kinderpack (USA)). Ada juga SSC produkan Jerman yaitu Manduca, produkan Korea yaitu Pognae dan produkan Indonesia yaitu CuddleMe dan Andrea. Nah semakin banyak merk SSC, maka semakin bingung mau memilih yang mana. Apalagi tiap gendongan punya spek tersendiri yang mungkin cocok bagi satu orang tapi belum tentu cocok bagi yang lain. Secara umum sih sebenarnya mirip-mirip aja, cuma ada detil2 tertentu yang mungkin nyaman bagi kita tapi ga nyaman bagi orang atau sebaliknya.

Berikut ini saya akan mencoba menceritakan perbandingan 3 merk SSC yang sudah pernah saya ‘cicipi’ yaitu Ergobaby Original, Pognae Baby Carrier dan Beco Gemini. Tapi karena kepanjangan jadi akan saya bagi jadi 3 postingan, didahului dengan Ergobaby.

Ergobaby Original (ini yang Asli bukan yang KW ya..)

CAM01840

Ergobaby Original (EO) ini adalah SSC perdana yang saya coba. Siapa sih yang nggak kenal dengan merk satu ini. Saingan terberatnya kalo di Indonesia kayaknya cuma Boba karena harganya nggak jauh beda (lebih murah Boba). Kesan saya setelah mencoba EO, cukup nyaman dan gampang digunakan. Dan warna hitamnya membuat penampilan saya saat menggendong jadi kelihatan lebih cool 🙂

Kelebihan EO yaitu :

Pertama pilihan motif dan warna gendongan cukup banyak jadi memang merk ini memberi kepuasan tersendiri bagi ortu yang ingin memilih motif/warna favoritnya. Tapi entah kenapa saya udah kadung jatuh cinta dengan warna hitam ini. Lebih cool aja rasanya daripada yang warna warni. Lebih netral juga kalo sedang dipake ayahnya 🙂

Kedua terdapat 2 buah kantong yang amat bermanfaat buat ibu yang tidak mau rempong pegang2 tas atau dompet sambil menggendong anak. Kantong pertama berukuran cukup besar dengan resleting samping. Kantong kedua berukuran lebih kecil, berada di atas kantong pertama dan tidak ada resleting (terbuka ke atas). Fungsi utama kantong kecil ini untuk menyimpan sebagian gulungan sleeping hood saat tidak digunakan.

Ketiga ada sleeping hood yang praktis untuk menutupi kepala si kecil dari panas atau sebagai ‘sandaran’ saat dia tertidur.

Keempat produk aslinya cukup mudah diperoleh di Indonesia. Bandingkan dengan merk Tula atau Kinderpack yang bahkan di USA sendiri sering sulit didapat karena cepat sold out. Sayangnya banyak juga toko online/offline yang menawarkan gendongan Ergobaby versi KW (tiruannya). Bahkan ada review blog yang mengatakan versi KW nya lebih bagus dari aslinya (please deh dimana2 yang asli tentu lebih baik dan safe daripada tiruannya). Untuk tahu perbedaan yang asli dan yang tiruan coba cek disini. Kalau emang niat beli, bisa tanya via email ke ergobaby di USA toko mana saja yang merupakan distributor resmi mereka disini. Setahu saya bayitembem.com cukup terpercaya karena di mention disini oleh Manduca Singapore. Logikanya kalo mereka jual Manduca asli ga mungkin donk jual Ergobaby malah yang KW :).

Kelima cukup mudah dipakai dan nyaman bagi bayi dan penggendong. 

Kekurangan EO in my humble opinion (IMHO) yaitu :

Pertama lebar panel gendongan yang terlalu lebar menurut saya (bisa dilihat di pic di atas, sekitar 35cm). Penyebab utamanya mungkin karena produk ini juga diperuntukkan untuk bayi bule yang ukuran badannya lebih besar dari bayi Indonesia pada umumnya. Harus disetel2 lagi biar kakinya membentuk ‘M’ dan nggak ngangkang jadinya.

Kedua jarak tali bahu dengan yang di bawah ketiak (pada gambar diberi simbol ‘x’) terlalu dekat yaitu hanya 7cm. Akibatnya space ini terlalu kecil bagi lengan atas plus tangan bayi saya. Karena saya suka menyelipkan kedua tangan bayi ke bagian ini. Jadinya tangan dia kayak kejepit gitu.  Mungkin ntar akan kelihatan bedanya pas saya ngebahas BECO dan POGNAE deh.

Overall saya suka produk ini terutama pilihan warna dan motifnya yang banyak dan cool (meski saya pribadi ngefan sama warna hitam). Cuma karena sedikit kekurangan tadi serta harganya yang cukup mahal (sekitar 1,8-1,9juta untuk EO) saya akhirnya tidak memutuskan untuk membeli merk ini.

Bersambung…