Review ERGOBABY

Menyambung postingan sebelumnya tentang gendong-menggendong. Setelah surfing kesana kemari, akhirnya saya memutuskan untuk hunting gendongan jenis Soft Structured Carrier (SSC). Ciri khas gendongan ini adalah bagian tali bahu dan pinggang yang dilapisi busa/foam (biasanya PUR atau EVA) atau istilah asingnya padded shoulder and waist strap. Sekilas mirip tali pada tas laptop merk bodypa**. Bagian panel gendongan biasanya terdiri dari lapisan tipis paduan bahan katun dan kanvas. Mayoritas merk SSC ternama berasal dari USA sebut saja Boba, Ergobaby, Beco, Pikkolo, BabyBjorn, Tula, Kinderpack dll. (tetap saja, sebagian besar produksinya di China, kecuali Merk Tula (Poland dan Mexico) dan Kinderpack (USA)). Ada juga SSC produkan Jerman yaitu Manduca, produkan Korea yaitu Pognae dan produkan Indonesia yaitu CuddleMe dan Andrea. Nah semakin banyak merk SSC, maka semakin bingung mau memilih yang mana. Apalagi tiap gendongan punya spek tersendiri yang mungkin cocok bagi satu orang tapi belum tentu cocok bagi yang lain. Secara umum sih sebenarnya mirip-mirip aja, cuma ada detil2 tertentu yang mungkin nyaman bagi kita tapi ga nyaman bagi orang atau sebaliknya.

Berikut ini saya akan mencoba menceritakan perbandingan 3 merk SSC yang sudah pernah saya ‘cicipi’ yaitu Ergobaby Original, Pognae¬†Baby Carrier¬†dan Beco Gemini. Tapi karena kepanjangan jadi akan saya bagi jadi 3 postingan, didahului dengan Ergobaby.

Ergobaby Original (ini yang Asli bukan yang KW ya..)

CAM01840

Ergobaby Original (EO) ini adalah SSC perdana yang saya coba. Siapa sih yang nggak kenal dengan merk satu ini. Saingan terberatnya kalo di Indonesia kayaknya cuma Boba karena harganya nggak jauh beda (lebih murah Boba). Kesan saya setelah mencoba EO, cukup nyaman dan gampang digunakan. Dan warna hitamnya membuat penampilan saya saat menggendong jadi kelihatan lebih cool ūüôā

Kelebihan EO yaitu :

Pertama pilihan motif dan warna gendongan cukup banyak jadi memang merk ini memberi kepuasan tersendiri bagi ortu yang ingin memilih¬†motif/warna favoritnya. Tapi entah kenapa saya udah kadung jatuh cinta dengan warna hitam ini. Lebih cool aja rasanya daripada yang warna warni. Lebih netral juga kalo sedang dipake ayahnya ūüôā

Kedua terdapat 2 buah kantong yang amat bermanfaat buat ibu yang tidak mau rempong pegang2 tas atau dompet sambil menggendong anak. Kantong pertama berukuran cukup besar dengan resleting samping. Kantong kedua berukuran lebih kecil, berada di atas kantong pertama dan tidak ada resleting (terbuka ke atas). Fungsi utama kantong kecil ini untuk menyimpan sebagian gulungan sleeping hood saat tidak digunakan.

Ketiga¬†ada sleeping hood yang praktis untuk menutupi kepala si kecil dari panas atau sebagai ‘sandaran’ saat dia tertidur.

Keempat produk aslinya cukup mudah diperoleh di Indonesia. Bandingkan dengan merk Tula atau Kinderpack yang bahkan di USA sendiri sering sulit didapat karena cepat sold out. Sayangnya banyak juga toko online/offline yang menawarkan gendongan Ergobaby versi KW (tiruannya). Bahkan ada review blog yang mengatakan versi KW nya lebih bagus dari aslinya (please deh dimana2 yang asli tentu lebih baik dan safe daripada tiruannya). Untuk tahu perbedaan yang asli dan yang tiruan coba cek disini. Kalau emang niat beli, bisa tanya via email ke ergobaby di USA toko mana saja yang merupakan distributor resmi mereka disini. Setahu saya bayitembem.com cukup terpercaya karena di mention disini oleh Manduca Singapore. Logikanya kalo mereka jual Manduca asli ga mungkin donk jual Ergobaby malah yang KW :).

Kelima cukup mudah dipakai dan nyaman bagi bayi dan penggendong. 

Kekurangan EO in my humble opinion (IMHO) yaitu :

Pertama¬†lebar panel gendongan yang terlalu lebar menurut saya (bisa dilihat di pic di atas, sekitar 35cm). Penyebab utamanya mungkin karena produk ini juga diperuntukkan untuk bayi bule yang ukuran badannya lebih besar dari bayi Indonesia pada umumnya. Harus disetel2 lagi biar kakinya membentuk ‘M’ dan¬†nggak ngangkang jadinya.

Kedua¬†jarak tali bahu dengan yang di bawah ketiak (pada gambar diberi simbol ‘x’) terlalu dekat yaitu hanya 7cm. Akibatnya space ini terlalu kecil bagi lengan atas plus tangan bayi saya. Karena saya suka menyelipkan kedua tangan bayi ke bagian ini. Jadinya tangan dia kayak kejepit gitu. ¬†Mungkin ntar akan kelihatan bedanya pas saya ngebahas BECO dan POGNAE deh.

Overall saya suka produk ini terutama pilihan warna dan motifnya yang banyak dan cool (meski saya pribadi ngefan sama warna hitam). Cuma karena sedikit kekurangan tadi serta harganya yang cukup mahal (sekitar 1,8-1,9juta untuk EO) saya akhirnya tidak memutuskan untuk membeli merk ini.

Bersambung…

Gendongan Bayi/Anak

Sebelum anak pertama saya lahir. Saya kayaknya terlalu meremehkan pentingnya kualitas gendongan. Jadilah saya terkesan `asal beli` dan akhirnya nyesel sendiri kenapa nggak cari info lebih banyak sebelum memutuskan membeli sebuah gendongan. Padahal gendongan yang terlanjur dibeli belom dipake sama sekali. Terpikir untuk dijual di Kaskus.

Gendongan pertama yang dibeli model sling sepaket murah meriah dijual bersama tas dan selimut topi bayi. Seperti gambar di bawah.

gendongan

Gendongan model begini cukup bermanfaat sampai Baby saya berumur 3 bulan. Lewat dari itu badannya udah tambah berat dan panjang jadi nggak muat lagi pake gendongan ini. Apalagi pembagian bebannya ga merata jadi mulailah saya berburu gendongan model wrap yang lebih sehat untuk ortu yang menggendong.

Gendongan kedua, model carrier seperti berikut ini.

snobbyIni asli dibeli karena lapar mata. Ada yang mau beli? Baru pakai satu kali dan tidak nyaman buat saya dan juga bayinya. Mungkin karena tubuh saya yang termasuk berisi alias gemuk, jadinya ini gendongan kekecilan buat saya tali belakangnya. Akhirnya cuma disimpan dijual disini aja deh. Untung harganya nggak terlalu mahal.

Gendongan ketiga yaitu model Baby Wrap.

HANAROO-MAROON-1024x810

Baby Wrap adalah kain panjang yang dililitkan ke tubuh penggendong biar distribusi beban saat menggendong terbagi merata.¬†Saya beli merk Hanaroo, tepatnya tanggal 16 Maret 2015 seharga 165ribu langsung dari websitenya. Baby wrap ini sudah disertai tas pembungkus serbaguna berisi baby wrap+buku petunjuk+CD petunjuk. Saat itu saya pikir cuma itu satu-satunya merk Baby Wrap yang dijual di pasaran. Alhasil nggak pake dibandingin dulu dengan Baby Wrap merk lain baik yang produksi dalam ataupun luar negeri. Gendongan ini jadi favorit saya dan suami meski awalnya harus belajar dulu memakainya. Kainnya menurut saya terlalu stretch (gampang melar) ¬†karena bahannya emang terdiri dari 2 lapis kaos rayon adem. Bahan rayon ini¬†sering dibuat orang jadi inner ninja, atasan blouse, cardigan atau rok panjang. Kalo ga pinter2 masangnya bisa agak melorot bayinya ke bawah. But It’s OK.

Berhubung saya berencana travelling ke luar kota membawa Baby plus review¬†dari seorang¬†vlogger yang memamerkan Easy Wrap merk Baby K’tan. Tergoda juga saya membeli¬†Gendongan keempat¬†yaitu model Easy¬†Wrap Baby K’tan. Kemasan¬†Easy¬†wrap ini berbentuk box karton berisi easy wrap+buku petunjuk.

gallery49-smallBedanya dengan Baby Wrap, kalo Easy Wrap ini lebih praktis karena kain yang seharusnya melilit tubuh udah digabungkan sehingga tinggal sorong. Ibaratnya kerudung, easy wrap ini semacam kerudung bergo yang lebih cepat dibuka/pasang. Nah buat travelling kan agak ribet ya kalau pake Baby Wrap. Apalagi saat itu awal April 2015, Easy Wrap yang saya cari lagi diskon gede di Lazada dari 705ribu menjadi 449ribu. Meski masih mahal, tapi memang gendongan asal Amrik ini sangat praktis dan aman. Berdasarkan pertimbangan ukuran badan saya, Bismillah aja memilih ukuran M, ternyata pas. Oiya, kain Baby K’tan ini agak beda jenisnya dengan Hanaroo meski sama2 katun. Katunnya nggak jenis rayon kayak¬†Hanaroo. Pas diraba mirip bahan kaos oblong menurutku. Nggak se-stretch¬†Hanaroo. Terus lebih ringan dan menyimpannya pun udah ada pouch¬†yang terintegrasi sama ‘sabuk’ atau¬†belt¬†gendongannya. Mirip Ergobaby Stowaway atau Boba Air dimana si kantong¬†udah jadi bagian dari gendongan.

Review Stroller Chicco Liteway

Sebagai ibu baru, awalnya saya pikir gendongan aja cukup lah untuk Baby. Namun ada saatnya dimana saya harus menaruh Baby jika sedang mengerjakan pekerjaan lain. Seperti memasak contohnya. Ga mau ambil resiko deh si Baby deket2 sama api kompor. Apalagi dia pernah cobain stroller adik sepupunya di Banjar dan lumayan suka dibawa jalan2 dengan Baby gear tersebut. Meskipun jalannya cuma dalam rumah, ga pernah keluar. Akhirnya, karena si Baby juga tambah berat. Sekitar 7,2 kg pas genap 5 bulan. Saya memutuskan hunting stroller.

Awalnya tertarik dengan yang lite2 seperti Baby Elle Citilite, Graco LiteRider, Cocolatte, Peg Perego hingga Aprica. Mulailah saya rajin blogwalking dan vlogwalking mencari yang paling pas namun best value (murah tapi ga murahan). Sampai saya bertemu dengan video yang diupload oleh babygearlab.com. Sebuah website yang didirikan untuk yang mengupas rupa2 baby gear dari perspektif ahlinya. Pendiri web itu sendiri seorang ibu plus dokter anak, dan baby gear yang diujikan semua dibeli dengan duit sendiri (bukan titipan sponsor merk tertentu) jadi mungkin reviewnya lebih independen dan objektif.

Berdasarkan review dari web tersebut dan juga nonton review stroller yang sama di youtube, saya memutuskan untuk memilih umbrella stroller best value versi babygearlab yaitu merk Chicco Liteway. Pas hunting di beberapa olshop termasuk Lazada, jenis ini ternyata udah keluar model terbarunya dimana semua rangka besi dan plastik berwarna hitam. Ada sih yang masih jual keluaran lama yang warna besinya ga semua hitam. Namun warna yang tersedia cuma biru dan coklat. Ga begitu sreg di hati ngeliatnya. Keluaran terbaru ada di Lazada, disitu tertera pengiriman dari Melindacare. Pas saya cek ke web Melindacare langsung, ternyata lagi diskon dan harganya di bawah Lazada. Dan harga setelah diskon tersebut, selisih harganya cuma 200rb sama yang keluaran lama yang warnanya saya kurang sreg tadi. Akhirnya langsung saya order stroller yang dimaksud ke Melindacare.com. Pesanan saya order,trf dan dikirim oleh Melindacare dari Bandung, Selasa ,12 Mei 2015. Karena kepotong libur nasional hari Kamis dan mungkin juga karena dikirim via JNE Trucking (bukan yang biasa), strollernya datang di Jakarta, Jum`at, 15 Mei 2015. Termasuk cepat sih.

Pas buka kardusnya. Ternyata udah tinggal pasang roda depan trus dibuka lipatan2nya dan pasang kanopi aja. Ga perlu obeng atau perkakas tambahan apapun deh buat merakit pertama kali. Beda dengan yang saya lihat di babygearlab dulu. Mungkin karena versi terbaru. Begitu selesai dirakit langsung dicobain. Dan ternyata si Baby lumayan anteng ditaro di stroller barunya.  Beberapa kelebihan stroller ini yang mungkin jadi alasan utama babygearlab memilihnya sebagai best value stroller umbrella karena :

  • Kokoh. Roda belakang lebih besar dari roda depan. Jadi pas dibawa jalan terasa lebih kokoh dan stabil karena beban bagian¬†belakang memang lebih besar karena tubuh si Baby di dalamnya.
  • Manuver roda-roda ringan. Jika dibandingkan dengan stroller merk BabyElle kok rasanya merk ini lebih smooth aja pas didorong.
  • ¬†Mudah dirakit. Tinggal pasang roda depan, buka lipatan strollernya dan Baby udah bisa langsung ditaruh di kursinya. Untuk pasang kanopi juga mudah tinggal ditempelkan aja ke sisi2 stroller.
  • Breathable. Bagian belakang kanopi ada penutup beresleting dan bervelcro untuk mengintip si Baby. Bagian penutup ini malah¬† bisa dibuka sama sekali sehingga antara kursi dan kanopi jadi ada rongga terbuka lepas, tanpa penutup. Fitur seperti ini cocok untuk udara tropis.
  • Tempat duduk cukup lebar jika dibandingkan merk Baby Elle.
  • Buckle seat cukup mudah dibuka.

Beberapa kekurangan yang mungkin bagi sebagian ortu dianggap penting :

  • Stroller ini cukup berat (17 lbs 3 oz ~ 7,8 kg) jadi tidak untuk dibawa-bawa travelling sih menurut saya. Kalo baca di review ibu-ibu yang punya stroller. Stroller yang terlalu ringan kurang cocok dengan jalanan di Indonesia yang ga semua datar dan rata ^^.
  • Tangkai pendorong hanya bisa satu posisi. Jadi tidak bisa hadap2an dengan bayi saat menggunakan stroller ini.
  • Tidak ada¬†cup holder, rain cover, dan footmuff.¬†Sepertinya untuk produk yang akan dijual di Indonesia,¬†stroller ini¬†tidak disertakan¬†ketiga aksesoris tersebut.¬†Berbeda dengan review dari luar negeri dimana produk memang ditujukan untuk dijual di negara 4 musim. Di kardusnya memang tertulis bahwa produk ini ditujukan untuk Indonesia. Made in China (as usual :))
  • Tidak disertai tas pembungkus stroller.

Sejauh ini saya puas dengan kualitas produk ini, beruntung bisa mendapatkan review dari babygearlab.com dulu.